Album Foto Kurt "Panzermeyer" Meyer

Bookmark and Share
Kurt Meyer muda sebagai kadet Polizei di tahun 1928. Kurt Adolph Wilhelm Meyer dilahirkan pada tanggal 23 Desember 1910 di Jerxheim, Herzogtum Braunschweig (sekarang Niedersachsen). Dia bergabung dengan Landespolizei Mecklenburg sebagai pelarian dari kehidupan sebagai buruh, dan secara resmi diterima tanggal 1 Oktober 1929. Tak lama kemudian dia bergabung dengan SS dan tanggal 10 Juli 1932 diangkat sebagai SS-Sturmführer


Kurt Meyer memakai seragam hitam SS dengan pangkat Sturmführer. Setelah peristiwa "Malam Pisau Panjang" tahun 1934, pangkat ini dihapuskan dan diganti dengan Untersturmführer (Letnan Dua). Meyer sendiri bergabung dengan NSDAP tanggal 1 September 1930, tiga tahun sebelum Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman. Dia lalu mendaftar masuk Schutzstaffel (SS) dan diterima tanggal 15 Oktober 1931. Penempatan pertamanya adalah 22.SS-Standarte Schwerin sebelum dipindahkan ke unit paling prestisius dari SS, Leibstandarte, bulan Mei 1934


Kurt Meyer sebagai SS-Hauptsturmführer dan Chef 15 Kradschützenkompanie/Infanterie-Regiment (mot.) Leibstandarte SS Adolf Hitler/XVI. Armeekorps selama berlangsungnya kampanye Jerman di Prancis tahun 1940. Sebagai komandan peleton pertama dan keduanya adalah orang-orang yang nantinya menjadi Kameraden terdekatnya: Hugo Kraas dan Max Wünsche. Dalam kampanye ini dia meraih medali Eisernes Kreuz I klasse tanggal 8 Juni 1940, setelah sebelumnya mendapatkan versi pendahulu (II klasse) dalam kampanye di Polandia tanggal 20 September 1939


Para perwira dari SS-Division (mot.) Leibstandarte SS Adolf Hitler di Rumania tahun 1941. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Dr. Erich Gatternig, SS-Sturmbannführer Kurt Meyer, SS-Untersturmführer Hermann Weiser, SS-Hauptsturmführer Hugo Kraas, dan seorang SS-Untersturmführer yang tidak diketahui namanya. Tampaknya Weiser terluka matanya dalam foto ini, yang terlihat dari perban (?) di matanya


Foto lain dari Kurt "Panzermeyer" Meyer yang diambil di bulan Agustus 1941 di Front Timur. Jenjang karirnya di SS: SS-Sturmführer: 10 Juli 1932, SS-Obersturmführer: 10 Maret 1935, SS-Hauptsturmführer: 12 September 1937, SS-Sturmbannführer: 1 September 1940, SS-Obersturmbannführer: 9 November 1942, SS-Standartenführer: 21 Juni 1943, SS-Oberführer: 1 Agustus 1944, dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS: 1 September 1944


Salah satu foto paling terkenal dari Kurt Meyer dengan mulut mangap ala ikan cupang sambil berteriak "Artillerie vorwärts"! Disini dia berpangkat SS-Sturmbannführer dan foto ini diambil sebelum penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 Mei 1941. Di kepalanya bertengger knautschmütze (crusher cap) sementara ärmelband di lengan kirinya bertuliskan "Adolf Hitler"


Dalam foto ini tidak ada keterangan apa-apa. Terlihat seorang bintara SS memerintahkan tawanan Rusia malang untuk menggali sebuah lubang yang tampaknya sebagai tempat penyimpanan ranjau. Sekumpulan prajurit dan perwira lain melintasi tempat tersebut dan tampak tertarik melihat "drama" yang terjadi. Di sebelah kanan dengan Ritterkreuz adalah SS-Sturmbannführer Kurt Meyer. Yang jadi pertanyaan adalah, siapa perwira yang berjalan di tengah sambil memakai teropong? Kemungkinan besar dia adalah Max Wünsche, dengan puttee-nya yang khas! Kemungkinan besar foto ini diambil musim panas tahun 1942, yang terlihat dari sepatu bertumit rendah yang dikenakan oleh Meyer. Sepatu jenis ini belum beredar tahun 1939-1941


SS-Sturmbannführer Kurt Meyer dan SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich sedang membahas strategi pertempuran dan situasi front depan


SS-Sturmbannführer Kurt Meyer bersama dengan General de Divizie (Generalmajor) Ioan Mihail Racoviţă tanggal 15 Juni 1942. Racoviţă adalah seorang perwira kavaleri dari Rumania yang nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 8 Juli 1944 sebagai General de Corp de Armată dan komandan Armată 4 Rumania


SS- Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung I) dan SS-Oberstgruppenführer Sepp Dietrich (Kommandierender General I.SS-Panzerkorps) dalam Pertempuran Kharkov awal tahun 1943. Perhatikan bahwa pria di belakang Dietrich mengenakan ushanka (topi bulu khas Rusia) dengan lambang Totenkopf pola kedua disematkan di depannya! BTW, jaket yang dikenakan Dietrich dalam foto di atas kini menjadi milik salah seorang kolektor dari Amerika Serikat


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer menerima Eichenlaub ke-195 langsung dari tangan Adolf Hitler, tanggal 25 Februari 1943, di Führerhauptquartier Vinnitsa, Ukraina. Dia dianugerahi medali tersebut atas kepahlawanannya dalam merebut Red Square dari tangan Soviet di Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari 1943 s/d 15 Maret 1943)


Kurt Meyer dengan medali Eichenlaub #195 yang didapatkannya tanggal 23 Februari 1943 sebagai SS-Obersturmbannführer dan Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung/1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"/XXX.Armee-Korps (mot.)/12.Armee


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer nyengeh dalam foto yang dibuat bulan Februari 1943 di Kharkov, tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub-nya. Saat itu Meyer menjabat sebagai Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1/1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte Adolf Hitler". Sebagai fotografernya adalah Hans Ludwig, peraih Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern II klasse


SS-Hauptsturmführer Hubert-Erwin Meierdrees (Kommandeur I.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 3/3.SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf") dan SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung/1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"/XXX.Armee-Korps (mot.)/12.Armee) dalam Pertempuran Kharkov bulan Maret 1943. Mereka berdua mengenakan seragam musim dingin one-piece untuk pasukan panzer. BTW, 90% buku dan situs menyebutkan nama orang di kiri sebagai MEIERDRESS, padahal yang benar adalah MEIERDREES (berdasarkan Personalakte dan Lebenslauf yang ditulis oleh tangannya sendiri!)


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer difoto di kota Peressetschnaja (12km barat daya Kharkov) tanggal 9 Maret 1943. Perhatikan wajahnya yang super kusut, yang bagaikan tidak tidur berhari-hari! Wajar saja, karena pada saat itu kekuatan besar Soviet berada di dekatnya dan batalyon Meyer sedang bersiap-siap untuk menghadapi mereka. Setelah pertempuran usai, dia melaporkan bahwa pasukannya telah membunuh 750 tentara musuh sekaligus menghancurkan 11 meriam artileri kaliber 76mm, 3 tank dan 15 mortir! Perhatikan pula posisi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub-nya yang sedikit menggantung ke bawah lebih daripada biasanya! Pita bawaan mempunyai panjang lebih pendek dan nggak nyampe, sehingga kemungkinan besar dia memakai tali dari bahan kulit untuk menyangganya, persis sama seperti yang dikenakan oleh Max Wünsche dalam periode yang sama (lihat DISINI)


Max Wünsche bersama dengan Kurt Meyer di selatan Kharkov tanggal 3 Maret 1943. Kendaraan di kanan adalah "s. gl. Einheits-Pkw" di atas sasis Horch 108. Fungsi kendaraan ini sendiri tampaknya sebagai sebuah Kfz 23 atau truk telepon (perhatikan kabel-kabel yang terpasang di bempernya!). Plat nomornya adalah SS-166497. Bener nggak?



Kurt "Panzermeyer" Meyer bersama dengan Max Wünsche di front Rusia. Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat yang sama dengan foto sebelumnya, saat pertempuran Kharkov sedang berlangsung

SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer menganugerahi Ritterkreuz kepada Hermann Weiser, komandan Zeni Leibstandarte ke-2, 28 Maret 1943. Weiser bertugas di batalyon pengintai Meyer dalam pertempuran memperebutkan Kharkov, dan disana dia telah menunjukkan prestasi serta keberanian yang mengesankan dalam banyak kesempatan. Kepemimpinannya dalam pergulatan brutal saat terkepung di bangunan sekolah Kharkov berperan penting dalam keselamatan pasukan yang dipimpinnya. Paling kanan adalah SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden, perwira medis Leibstandarte yang juga adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer bersama perwira favoritnya, si tampan jagoan perang Panzer SS-Sturmbannführer Max Wünsche. Mereka selalu bersama-sama dari sejak di divisi "Leibstandarte" sampai dengan divisi "Hitlerjugend"


Kurt Meyer sebagai SS-Obersturmbannführer dengan Eichenlaub terpancang di lehernya. Selain itu, kita juga bisa melihat Deutsches Kreuz in Gold (8 Februari 1942) di kantung kiri, pita Ostmedaille di kancing tengah, serta deretan medali di kantung baju yang satunya lagi, dari kiri ke kanan: Voenen Orden "Za Hrabrost" Bulgaria IV stepen, 1 klas (4th class 1st Step, 6 Juli 1942), Eisernes Kreuz I klasse (8 Juni 1940), Verwundetenabzeichen in Schwarz, dan Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze. Foto yang bawah adalah hasil bikinan studio foto Heinrich Hoffmann dan dibuat tahun 1943


Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler yang berpose di depan markas divisi di Kharkov, Juli 1943. Baris pertama dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer Kurt 'Panzermeyer' Meyer, SS-Oberstgruppenführer Josef 'Sepp' Dietrich dan SS-Hauptsturmführer Hermann Weiser. Baris kedua: SS-Brigadeführer Theodor Wisch, SS-Brigadeführer Hugo Kraas dan SS-Sturmbannführer Albert Frey. Baris belakang: SS-Obersturmbannführer Heinz von Westernhagen, SS-Untersturmführer Alfred Günther dan SS-Standartenführer Rudolf Lehmann. Semua pangkat yang Ogut sebutkan bukanlah pangkat saat foto ini diambil, melainkan pangkat TERAKHIR mereka!


Para perwira dan bintara Waffen-SS dalam acara ramah tamah dengan Menteri Propaganda Joseph Goebbels, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hans Jüttner (Chef des SS-Führungshauptamtes), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklärungs-Abteilung 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung/SS-Panzer-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), SS-Untersturmführer Heinz Macher (Chef 16.Kompanie (Pionier)/SS-Panzergrenadier-Regiment Deutschland/SS-Panzergrenadier-Division Das Reich), SS-Oberscharführer Hans Hirning (Granatwerfertruppführer 6.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), dan SS-Scharführer Egon Endell (6.Batterie/SS-Totenkopf-Artillerie-Regiment/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf)


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer di Belgia tahun 1943. Foto ini kemungkinan diambil saat unit barunya, 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", sedang menjalani pelatihan di kamp Beverloo, Leopoldsburg (Belgia), sebelum dipindahkan ke Hasselt (masih di Belgia juga) awal tahun 1944 demi mengantisipasi kemungkinan invasi Sekutu dari laut. Foto ini diambil tak lama sebelum promosi kenaikan pangkatnya menjadi SS-Standartenführer (21 Juni 1943)


Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Di acara ini pula dilakukan upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub untuk perwira Sturmbrigade Wallonien yang paling cemerlang, Léon Degrelle, oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris kedua: perwira Heer yang tidak diketahui namanya; SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Paling belakang adalah seorang perwira Gebirgsjäger (perhatikan Edelweiss di schirmmütze!) yang tidak diketahui namanya. Para dedengkot divisi Hitlerjugend ikut hadir dalam acara ini karena lokasinya berdekatan dengan tempat pelatihan mereka di Beverloo (Belgia)


 Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris belakang: SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisionsadjutant 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Sturmbannführer León Degrelle (Kommandeur SS-Freiwilligen-Brigade "Wallonie"); SS-Oberführer Fritz Kraemer (Ia Erster Generalstabsoffizier I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte"); SS-Hauptsturmführer tak dikenal; SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant Kommandierender-General I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte" Dietrich); SS-Standartenführer tak dikenal; dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Richard Jungclaus (Bevollmächtigter des Reichsführer-SS in Belgien und Nordfrankreich)

Raut muka bangga tampak kentara terlihat dari Wünsche yang baru saja mendapat promosi kenaikan pangkat menjadi SS-Obersturmbannführer der Waffen-SS atas dedikasinya yang luar biasa dalam pertempuran (30 Januari 1944), apalagi yang menyematkan schulterklappen-nya adalah dedengkot SS semua, dengan dihadiri oleh panglima tertinggi SS Heinrich Himmler. Dari kiri ke kanan : Kurt Meyer, Max Wünsche, Joseph 'Sepp' Dietrich, Heinrich Himmler dan Meyer yang lain, Hubert Meyer (yang menulis sejarah resmi divisi "Hitlerjugend")


Kurt Meyer bersama dengan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dalam suatu latihan perang awal tahun 1944. Di tengah terlihat Brigadeführer Fritz Witt sedang mesem. Sedangkan demi melihat postur wajahnya yang sebagian kelihatan, di antara Witt dan Rundstedt kemungkinan adalah Sepp Dietrich


Latihan perang besar-besaran 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Belgia awal tahun 1944. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West); SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25); SS-Oberstgruppenführer und Panzer-Generaloberst der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I.SS-Panzerkorps); dan SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


Diambil dari cuplikan berita film "Die Deutsche Wochenschau" dan memperlihatkan upacara penganugerahan Ritterkreuz tanggal 11 Juli 1944 untuk dua orang perwira 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang berprestasi: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dua foto di atas memperlihatkan saat Mohnke (yang berbalut perban) dikalungi Ritterkreuz oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), sementara Prinz memperhatikan di kiri (foto kedua). Ikut hadir komandan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", Kurt Meyer (kanan), dan Komandan SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend", Max Wünsche(tengah)


Setelah upacara penganugerahan medali selesai, kini giliran kedua orang Ritterkreuzträger anyar berpose bersama yang lainnya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"); SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")
Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Dr.med. Hermann Besuden (Korpsarzt I.SS-Panzer-Korps), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12). Kasihan si anjing gembala Jerman, dia satu-satunya yang tak dikalungi medali sehingga ekornya pun sampai tumbuh di kepala! Wkwkwkwk sebenarnya itu adalah dua Schäferhund yang kebetulan tertangkap kamera dalam posisi yang berdempetan. Yang satu adalah Patra (anjingnya Fritz Witt), sementara satunya lagi adalah anjingnya Kurt Meyer. Foto ini diambil di acara ulangtahun Witt yang ke-36 yang dirayakan di Tillierès-sur-Avre, Prancis, tanggal 27 Mei 1944


Max Wünsche sebagai seorang komandan Resimen Panzer di Divisi Panzer SS ke-12 'Hitlerjugend', berfoto bersama SS-Standartenführer Kurt Meyer dan SS-Sturmbannführer Bernhard Seibken


Para prajurit 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" menguburkan SS-Oberscharführer Helmut Belke. Dia adalah supir Kurt Meyer yang terbunuh dalam serangan malam di Bretteville, 8/9 Juni 1944. Foto ini kemungkinan besar diambil di halaman l'Abbaye d'Ardenne di dekat Caen, Prancis. Perhatikan bahwa prajurit di tengah mengenakan overall camo Italia yang langka!


Dalam foto jepretan Wilfried Woscidlo ini, memperlihatkan perwira-perwira tinggi Divisi Panzer SS ke-12 "Hitlerjugend" di biara Ardenne di Caen, Prancis, bulan Juni 1944 tak lama setelah Sekutu mendarat di Normandia. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Brigadeführer Fritz Witt (Kommandeur 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12). Perhatikan anjing di sebelah kanan yang sedang "kuliat" (sumpah, saya tidak menemukan arti kata ini dalam bahasa Indonesia!). Dia adalah Patra yang merupakan anjing Witt hadiah langsung dari Hitler!


Setelah pendaratan Sekutu di Normandia, hari-hari Wünsche bersama Divisi Hitlerjugend diisi dari pertempuran satu ke pertempuran yang lain. Disini (20 Juni 1944) dia sedang berdiskusi bersama dua orang petinggi divisi tersebut : sang komandan SS-Brigadeführer Fritz Witt dan deputinya, SS-Standartenführer Kurt Meyer. Beberapa hari setelah foto ini dibuat, Witt tewas terkena tembakan artileri laut yang diluncurkan dari kapal perang Sekutu, dan Meyer menjadi penggantinya. Di usia 33 tahun, Meyer adalah komandan divisi termuda di seluruh Wehrmacht!


Dari kiri ke kanan: x, x, SS-Sturmbannführer Franz Steineck, SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (dengan teropong 7x50 tergantung di lehernya), SS-Standartenführer Kurt Meyer (mengenakan pakaian kamuflase M44), SS-Obersturmführer Bernhard Meitzel, dan SS-Hauptsturmführer Günther Reichenbach


Kurt Meyer di front Normandia memakai pakaian kamuflase Italia "Telo Mimetico M29". Pola Telo Mimetico ini patut mendapat perhatian karena dua hal: pertama, karena mulai diperkenalkan pada tahun 1929 maka dia tercatat dalam sejarah sebagai kamuflase pertama yang digunakan secara luas. Kedua, Karena rentang waktu penggunaannya dari tahun 1929 s/d 1992 maka dia menjadi pola kamuflase yang paling lama operasional! Digunakannya Telo Mimetico oleh tentara Third Reich bersamaan pula waktunya dengan pelucutan senjata tentara Italia tahun 1943. 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dan 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" ikut berpartisipasi dalam proses pelucutan ini, dan karenanya tidak heran bila banyak anggota kedua divisi tank SS ini yang 'kedapatan' mengenakan Telo Mimetico, baik versi pertama maupun versi selanjutnya. Selain mereka, tercatat pula sebagai pengguna adalah 29.Waffen-Grenadier-Division der SS ("Italienische Nr.1"), unit-unit Wehrmacht yang beroperasi di Balkan dan Italia, serta beberapa sekutu Eropa Jerman


Kurt Meyer dalam balutan seragam Oberst Heer! Apakah ini Photoshop? Apakah ini kembarannya? Apakah ini Alif Rafik Khan? Nope, ini benar-benar si "Panzermeyer"! Dia memang ditangkap oleh gerilyawan Belgia pada bulan September 1944 tidak dalam keadaan memakai seragam SS demi meminimalisir resiko disiksa (dan bahkan dibunuh) oleh penangkapnya! Versi sedikit berbeda dikemukakan oleh majalah "Then & Now": dia ditangkap saat memakai seragam SS-Oberführer dan dihajar habis-habisan sehingga kepala dan seragamnya dipenuhi oleh darah. Untunglah seorang letnan Amerika menyelamatkannya dari kemungkinan dieksekusi dan, saat Meyer dirawat di rumah sakit, mereka membersihkan luka-lukanya, membakar Soldbuch-nya, serta memakaikan seragam Oberst kepadanya. Dua minggu kemudian dalam kamp di Compiègne mereka mengenali identitasnya dan Meyer pun dibawa ke Inggris via Paris


Kurt Meyer berdiri sebagai terdakwa dalam sidang pengadilan di Aurich, Jerman, Desember 1945. Dia dikenai tuduhan atas 5 buah kejahatan perang yang dilakukan oleh anakbuahnya dalam Perang Dunia II. Pengadilan terhadap dirinya tercatat sebagai pengadilan kejahatan perang pertama yang digelar oleh Kanada


Kurt Meyer bersama dengan Colonel J.R. Stewart dalam pengawalan provost di Kanada tahun 1946. Dia didakwa hukuman mati atas pengeksekusian 18 orang tawanan prajurit Kanada di Normandia. Hukumannya kemudian ditangguhkan dan dia dikirim ke penjara Dorchester, Inggris. Dia meminta - dan kemudian ditolak - untuk mendapat perlakuan khusus selama disana. Alasannya, seperti yang dikemukakan oleh sipir Goad kepadanya: "Tak ada hukuman yang cukup untuk pelanggaran-pelanggaran yang terjadi disini."


Kurt Meyer (duduk di kanan) tertawa bersama istri tercinta Käthe dan rekan-rekannya tak lama setelah dibebaskan dari penjara Inggris di Werl, Jerman, tanggal 16 September 1954. Dia lalu mendapat pekerjaan sebagai distributor penyulingan bir Andreas. Ironisnya, salah satu langganan setianya adalah mess tentara Kanada di Soest! Dia juga sangat aktif dalam organisasi veteran Waffen-SS HIAG (Hilfsgemeinschaft auf Gegenseitigkeit der Angehörigen der ehemaligen Waffen-SS), dan berusaha sungguh-sungguh dalam memperjuangkan pensiun bagi mantan rekan seperjuangannya di SS. BTW, pasangan Kurt dan Käthe dikaruniai lima anak: Irmtraud, Ursula, Kurt (junior), Inge dan Gerhild. Kurt junior kelak menuliskan buku tentang hubungan antara dia dan ayahnya yang berjudul "Geweint wird, wenn der Kopf ab ist" (Tangisan Adalah Ketika Kepala Tertunduk)


Bekas SS-Oberstgruppenführer Paul "Papa" Hausser" (kiri) dan SS-Brigadeführer Kurt Meyer berbincang-bincang dalam acara reuni mantan anggota SS yang berlangsung selama dua hari di Karlsburg, Jerman, bulan Juli 1957. Meyer, yang sebelumnya dipenjara oleh otoritas Kanada karena tuduhan sebagai penjahat perang, kemudian malah didekati oleh Kanselir Jerman Barat Konrad Adenauer yang mencari dukungan politik dari para mantan prajurit Jerman dalam Perang Dunia II


Para tokoh terkemuka Waffen-SS dalam sebuah acara reuni tahun 1959, dari kiri ke kanan: Kurt Meyer (komandan divisi termuda seantero Wehrmacht); Jochen Peiper (membawa anakbuahnya dalam penetrasi paling jauh pasukan Jerman dalam Pertempuran Ardennes); Otto Günsche (ajudan SS terakhir Adolf Hitler); dan Sepp Dietrich (salah satu dari hanya empat orang jenderal SS berpangkat Oberstgruppenführer)


Para tokoh terkemuka Waffen-SS dalam sebuah acara reuni tahun 1959, dari kiri ke kanan: Kurt Meyer (komandan divisi termuda seantero Wehrmacht); Jochen Peiper (membawa anakbuahnya dalam penetrasi paling jauh pasukan Jerman dalam Pertempuran Ardennes); dan Sepp Dietrich (salah satu dari hanya empat orang jenderal SS berpangkat Oberstgruppenführer)


Tempat peristirahatan terakhir dari "Panzermeyer" atau "Der Schnelle Meyer". Sang pahlawan SS meninggal dunia tanggal 23 Desember 1961 akibat serangan jantung di Hagen, Westphalia. Tanggal kematiannya bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-51! 15.000 manusia menyemut dalam upacara pemakamannya yang digelar di Stadtfriedhof Hagen!


NSDAP-Ausweis (kartu keanggotaan Partai Nazi) pribadi Kurt Meyer yang sekarang tersimpan di Imperial War Museum, Inggris. Kartu ini dapat juga berfungsi sebagai surat jalan di masa perang


Lukisan ini merupakan hasil karya dari SS-Oberscharführer Ernst Krause, yang menampilkan para peraih Ritterkreuz dari Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler. Seniman muda ini ikut serta dalam invasi ke Polandia, Prancis dan Yunani, dan kemudian mendapat penugasan untuk menjadi pelukis resmi SS. Karyanya yang paling menonjol adalah lukisan di atas, yang dihadiahkan kepada Hitler oleh LSSAH dan kemudian dipajang di ruang pameran utama Jerman di Münich tahun 1942. Konon kabarnya Hitler begitu terpesona oleh lukisan ini sehingga dia langsung menunjuk Krause sebagai perancang medali Front Timur (Ostmedaille). Tugas ini berhasil diselesaikannya dengan baik, dan Krause menjadi pelukis ternama selama Perang Dunia II. Lukisan ini sendiri hilang di tengah kekacauan perang


SS-Sturmbannführer Kurt Meyer sebagai cover majalah "Kölnischer Illustrierte Zeitung" edisi 30 Oktober 1941 (Nummer 44, 16. Jahrgang), yang memperlihatkan saat dia memimpin pasukannya dalam Pertempuran di Mariupol bulan Oktober 1941. Deskripsi gambarnya adalah sbb: "Straßenkampf in Mariupol: Das Gewehr in der Hand, geht Ritterkreuzträger Sturmbannführer Kurt Meyer, Kommandeur einer Aufklärungs-abteilung der Waffen-SS, mit seinen Männern vor" (Pertempuran jalanan di Mariupol. Dengan senapan di tangannya, peraih Ritterkreuz Sturmbannführer Kurt Meyer, Komandan Batalyon-Pengintai Waffen-SS, bersama dengan pasukannya). Foto ini begitu terkenal dan dijadikan sebagai model action figure. Miniatur skala 1/16 di atas dibuat oleh pematung Alfonso Gonzalo, sementara catnya dikerjakan oleh Sang-Eon Lee. Kepalanya dibuat dua buah yang masing-masing mengenakan dua jenis topi yang berbeda: knautschmütze serta einheitsmütze


Gambar Panzermeyer sebagai SS-Obersturmbannführer karya Marco dari Fallen Eagle Studio. Dalam buku "Blood and Honor" karya Craig W.H. Luther, dia digambarkan sebagai seorang perwira setinggi 178cm dengan mata biru menembus dan badan atletis. Sepp Dietrich menggambarkan Meyer sebagai seorang "prajurit yang berdedikasi. Contoh klasik dari gambaran perwira SS yang agresif dan keras, dia mendorong anakbuahnya serta dia sendiri ke ambang batas". Meyer adalah seorang pengendara sepeda motor yang berani, dan selama karirnya lebih mengutamakan sepeda motor untuk berkomunikasi dengan pasukan yang dipimpinnya, dari aksinya sebagai komandan kompi di Prancis tahun 1940, melalui Yunani, Rusia dan Normandia, dimana pada tahun 1944 dia telah menjadi jenderal komandan divisi panzer belia SS "Hitlerjugend". Dia secara rutin mengunjungi front terdepan menggunakan motornya, dan telah menderita patah tulang sebanyak 18 kali serta tabrakan empat kali... bukti tak tebantahkan atas kepribadiannya yang SUPER NEKAD!


LinkDua contoh seragam kamuflase yang biasa digunakan oleh prajurit Waffen-SS. Yang satu dikenakan oleh Brigadeführer Kurt 'Panzermeyer' Meyer, satunya lagi oleh Brigadeführer Heinz Harmel. Yang di tengah sih (Fritz Witt) memakai pakaian standar perwira SS


Boneka/model/miniatur/action figure (terserah anda mau menyebutnya apa!) dari Kurt Meyer


Wallpaper Kurt Meyer, bagi yang ingin memasangnya di desktop komputer!


{ 0 التعليقات... Views All / Send Comment! }

إرسال تعليق